TRAINING HAZARDOUS AREAS CLASSIFICATION
Training Hazardous Areas Classification bantu tingkatkan keamanan instalasi di area berisiko ledakan bersama Casa Training. Segera daftar!

Deskripsi Training Hazardous Areas Classification
DESKRIPSI
Training Hazardous Areas Classification merupakan program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk membantu peserta memahami pengelompokan area yang memiliki potensi atmosfer mudah terbakar atau meledak. Klasifikasi yang tepat diperlukan untuk menentukan jenis peralatan, metode instalasi, dan sistem perlindungan yang sesuai.
Peserta akan mempelajari sumber pelepasan bahan mudah terbakar, karakteristik gas, uap, dan debu, pembagian zona bahaya, kelompok peralatan, kelas temperatur, serta pemilihan perangkat listrik. Pembahasan juga mencakup inspeksi, dokumentasi, pengendalian sumber penyalaan, dan evaluasi risiko area berbahaya.
Program ini sesuai bagi electrical engineer, instrumentation engineer, process engineer, HSE officer, maintenance engineer, inspector, project engineer, teknisi listrik, supervisor, auditor, serta profesional di sektor migas, petrokimia, pertambangan, farmasi, manufaktur, dan industri proses.
TUJUAN TRAINING HAZARDOUS AREAS CLASSIFICATION
- Memahami konsep dasar dan tujuan klasifikasi area berbahaya.
- Memahami karakteristik bahan yang mudah terbakar dan meledak.
- Mengenali sumber pelepasan gas, uap, dan debu berbahaya.
- Memahami pembagian zona berdasarkan tingkat kemungkinan bahaya.
- Mampu menentukan kelompok gas dan kelas temperatur.
- Memahami prinsip pemilihan peralatan untuk area berbahaya.
- Meningkatkan kemampuan membaca gambar klasifikasi area.
- Memahami metode pengendalian sumber penyalaan.
- Mampu mendukung inspeksi dan evaluasi instalasi.
- Mendukung keselamatan kerja serta kepatuhan teknis perusahaan.
MATERI TRAINING HAZARDOUS AREAS CLASSIFICATION
- Konsep dasar hazardous areas classification, meliputi tujuan, ruang lingkup, istilah, dan penerapannya di lingkungan industri.
- Karakteristik bahan mudah terbakar, meliputi flash point, ignition temperature, explosive limit, gas, uap, kabut, dan debu.
- Identifikasi sumber pelepasan berdasarkan jenis bahan, proses, peralatan, frekuensi, durasi, dan kondisi operasi.
- Klasifikasi area gas dan uap melalui pembagian Zona 0, Zona 1, dan Zona 2 berdasarkan kemungkinan terbentuknya atmosfer berbahaya.
- Klasifikasi area debu melalui pembagian Zona 20, Zona 21, dan Zona 22 berdasarkan tingkat paparan debu mudah terbakar.
- Kelompok gas, kelompok debu, kelas temperatur, serta hubungannya dengan spesifikasi peralatan yang digunakan.
- Jenis perlindungan peralatan, seperti explosion proof, flameproof, increased safety, intrinsic safety, dan pressurization.
- Pemilihan serta pemasangan peralatan listrik, instrumen, kabel, gland, junction box, motor, sensor, dan panel kontrol.
- Penyusunan hazardous area classification drawing, equipment register, data sheet, label, dan dokumentasi teknis.
- Inspeksi, pemeliharaan, evaluasi perubahan instalasi, identifikasi ketidaksesuaian, rekomendasi perbaikan, dan studi kasus.
METODE TRAINING HAZARDOUS AREAS CLASSIFICATION
Metode Bimtek/Training dilaksanakan secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, analisis gambar klasifikasi area, latihan identifikasi sumber pelepasan, penentuan zona, pemilihan peralatan, simulasi inspeksi, dan pembahasan studi kasus. Peserta akan mempelajari kesalahan yang sering terjadi, seperti penentuan zona yang tidak tepat, pemilihan perangkat yang tidak sesuai, dokumentasi yang tidak lengkap, pengabaian perubahan proses, serta kurangnya pengendalian sumber penyalaan. Evaluasi dapat dilakukan melalui pre-test, post-test, latihan kasus, diskusi kelompok, simulasi, dan penyusunan action plan.
OUTPUT TRAINING HAZARDOUS AREAS CLASSIFICATION
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu memahami dan menerapkan klasifikasi area berbahaya secara lebih sistematis. Peserta mampu mengidentifikasi sumber pelepasan, menentukan zona, memahami kelompok gas dan kelas temperatur, memilih peralatan yang sesuai, membaca gambar klasifikasi, mendukung inspeksi instalasi, serta menyusun rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keselamatan, keandalan, dan kepatuhan operasional.
JADWAL TRAINING 2026:
Batch 1 : 20 – 21 Januari 2026
Batch 2 : 10 – 11 Februari 2026
Batch 3 : 3 – 4 Maret 2026
Batch 4 : 14 – 15 April 2026
Batch 5 : 19 – 20 Mei 2026
Batch 6 : 24 – 25 Juni 2026
Batch 7 : 8 – 9 Juli 2026
Batch 8 : 19 – 20 Agustus 2026
Batch 9 : 16 – 17 September 2026
Batch 10 : 7 – 8 Oktober 2026
Batch 11 : 18 – 19 November 2026
Batch 12 : 9 – 10 Desember 2026
Peluang terbatas! Daftarkan dirimu hari ini untuk mengubah hidupmu ke arah yang lebih baik.
Klik di sini untuk menghubungi WhatsApp Admin atau Klik di sini untuk menghubungi WhatsApp Admin.
LOKASI :
- Yogyakarta, Hotel Arte Malioboro (8.800.000 IDR / participant)
- Jakarta, Hotel Hi Senen (8.800.000 IDR / participant)
- Bandung, Hotel Neo Dipatiukur (8.800.000 IDR / participant)
- Bali, Hotel Ibis (9.400.000 IDR / participant)
- Lombok, Hotel Jayakarta (9.400.000 IDR / participant)
Catatan : apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
BENEFIT
- Meningkatkan kompetensi karyawan
- Meningkatkan produktivitas kerja
- Meningkatkan kualitas kinerja
- Meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja
- Memperkuat kolaborasi dan komunikasi tim
- Meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan
- Mengembangkan potensi dan profesionalisme karyawan
- Mengurangi kesalahan dalam pekerjaan
- Meningkatkan kualitas pelayanan
- Mendukung tercapainya target perusahaan
Negotiable / by request
Artikel ini ditulis oleh Qanita Siti Alifah Y, seorang copywriter yang berfokus pada penulisan konten berbasis SEO, khususnya untuk silabus pelatihan dan training. Sejak tahun 2023, Qanita aktif berkontribusi menulis artikel di website, dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur, dan relevan untuk membantu profesional maupun perusahaan dalam menemukan solusi pelatihan yang tepat.

